04 March 2017

Beberapa Amalan Yang Dapat Menghapus Dosa

Beberapa Amalan Yang Dapat Menghapus Dosa

Beberapa Amalan Yang Dapat Menghapus Dosa - Assalamu'alaikum. Kita sebagai manusia sudah pasti tidak bisa terhindar dari dosa. Entah kita melakukannya secara sengaja atau tidak, pasti kita pernah melakukan dosa. Disamping itu, kita perlu tahu bahwa rahmat Allah diatas murka-Nya. Allah Maha Pengampun, dosa sebesar apapun pasti akan diampuni jika kita memang sungguh - sungguh untuk memeohon ampunan. Untuk itu, kami menulis artikel berikut yang menjelaskan amalan apa saja yang dapat menghapus dosa.

1. Menyempurnakan wudhu dan rajin pergi ke Masjid
Rasulullah saw telah menegaskan bahwa wudhu yang sempurna dan rajin pergi ke masjid untuk beribadah adalah termasuk amalan yang da[pat menghapus dosa.
“Suatu malam datang seseorang (Malaikat Jibril) gan menunggu dari satu shalat ke shalat yang lain. Siapa dari Tuhanku, seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, tahukah engkau dengan apa kehidupan yang paling mulia (surga) dapat diraih?’ Aku pun menjawab, ‘Ya saya tahu; dengan kifarat dan tingkat-tingkat kebaikan, dengan melangkahkan kaki untuk menuju shalat berjamaah, dengan menyempurnakan wudhu, dan dengan menunggu dari satu shalat ke shalat yang lain. Siapa saja yang mampu memelihara sikap perbuatan demikian itu, maka ia akan hidup dengan penuh kebaikan, mati dengan penuh kebaikan, dan dosa-dosanya pun akan diampuni oleh Allah, seperti hari di mana ia dilahirkan oleh ibunya. “ (HR. At-Turmudzi).

2. Mengerjakan puasa sunah pada Hari Arafah dan Asyura
Amalan lain yang dapat menghapus dosa adalah berpuasa pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) adn hari Asyura (10 Muharram). “(Dengan) puasa pada hari Arafah, sungguh aku berharap Allah kepada Allah agar Dia menghapuskan segala dosa yang aku lakukan pada tahun sebelumnya dan tahun yang sesudahnya, sementara dengan puasa Asyura’ aku berharap kepada Allah agar Dia berrkenan menghapus dosa-dosa pada tahun sebelumnya” (HR. Ibnu Majah)

3. Melakukan ibadah pada bulan Ramadhan
“ Barangsiapa yang melakukan ibadah pada bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Ad-darimi).

4. Melaksanakan Haji yang Mabrur
“Haji yang mabrur, tidak ada balasan yang layak untuknya, kecuali surga.”

5. Memeberikan kemudahan kepada orang lain yang sedang ditimpa kesulitan
“ Ada seorang saudagar yang suka menguutangi orang-orang. Namun, ketika ia melihat orang yang diutanginya itu berada dalam kesulitan, maka ia pun berkata kepada para pembantunya, ‘ Hapuskan saja utangnya, mudah-mudahan dengannya Allah berkenan menghapuskan dosa-dosa kita!’ Maka Allah pun menghapuskan dosa saudagar itu!” (HR. Al-Bukhari)

6. Mengikuti perbuatan buruk dengan kebaikan
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulh peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114)

7. Bersabar saat menghadapi bala
“sesungguhnya Aku, ketika menguji hamba-Ku dengan sebuah bala’, lalu ia memuji-Ku atas bala’ yang Aku ujikan kepadanya, niscaya ia akan ‘bangun dari tempat tidurnya’ dalam keadaan bersih dari dosa-dosa seperti pada hari dimana ia baru saja ndilahirkan oleh ibunya. Allah pun kemudian berfirman kepada para malaikat penjaga (pencatat amal), ‘Sesungguhnya Aku telah mengikat hamba-Ku ini dan mengujinya dengan suatu ujian, maka tulislah untuknya pahala sebagaimana yang telah kalian tuliskan pahalanya untuk orang-orang lainsebelumnhya. “(HR. Thabrani)

8. Memelihara shalat lima waktu, Shalat Jum’at, dan puasa Ramadhan
“Shalat lima waktu, shalat Jum’at yang satu sampai ke shalat Jumat berikutrnya, serta puasa Ramadhanyang satub sampai ke puasa Ramadhan berikutnya, merupakan sarana oenghapus dosa-dosa yang ada diantaranya, selam adosa-dosa besar tidak dikerjakan.” (HR. Abu Ya’la)

9. Banyak membaca doa an zikir
“Barangsiapa yang mengucapkan ‘Subhanallah wa bihamdihi’ (Mahasuci Allah dan segala puji bagiNya) sebanyak seratus kali setiap harinya, maka kesalahan-kesalahan orang itu akan dihapuskan oleh Allah, meskipun kesalahan-kesalahannya itu seperti buih di lautan. “(HR. Ahmad)

10. Memperbanyak sujud
“Hendaklah kalian memperbanyak sujud kepada Allah, karena sujudmu kepada Allah sekali saja, akan menjadikan Allah mengangkat derajatmu satu tingkat dan menghapus darimu satu keslahan (keburukan).” (HR. Ahmad, Muslim, dan lain-lain)

11. Rajin mengerjakan Qiyamul Lail
“Hendaklah kalian mengerjakan qiyam al-lail, karena qiyam al-lail adalah kebiasaan (pola hidup) orang-orang yang saleh, mencegah perbuatan dosa, sarana pendekatan kalian kepada Tuhan, menghapus segala keburukan, dan menolak penyakit dari badan.” (HR. Al-Jurjani)

12. Banyak memberikan sedekah
“...sedekah itu dapat memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api..”(HR. At-Turmudzi adn lain-lain)

Semoga artikel Beberapa Amalan Yang Dapat Menghapus Dosa ini dapat bermanfaat. Dapat menambah iman kita dan mendorong kita agar senantiasa memohon ampunan atas dosa - dosa kita.

Sumber:
Ajalmu Tidak Menunggu Tobatmu - Saiful Hadi El-Sutha

Read More

Apa Itu Thaharah?

Apa Itu Thaharah?

Apa Itu Thaharah? - Dalam hukum Islam, soal bersuci dan segala  seluk-beluknya termasuk bagian ilmu dan amalan yang sangat penting. Karena, di antara syarat-syarat sahnya shalat adalah orang harus dalam keadaan suci dari hadas dan suci pula dari badan, pakaian dan tempat shalat dari najis. Semantara shalat adalah tiang agama Islam.

Dalam hukum islam, kata-kata thaharah (bersuci) ada kalanya dipakai dalam arti yang sesungguhnya (dzati atau ‘aini), misalnya bersuci dengan air. Adakalanya dipakai dalam arti hukmi atau syar’i bersuci memakai debu (tayamum). Oleh karena itu thaharah dalam konteks ini lain, misalnya kesucian ruhani dalam ilmu tasawuf.

Selanjutnya, dalam tulisan ini akan dibahas tiga hal yaitu :

  • Pengertian thaharah
  • Fungi thaharah 
  • Alat thaharah

Pengertian Thaharah

Thaharah ialah aktivitas-aktivitas tertentu sebagaimana diatur syara’ guna mensucikan diri dari hadas dan juga mensucikan badan, pakaian dan tempat shalat dari najis.

Fungsi thaharah

Fungsi thahaarah adalah untuk memenuhi syarat sahnya shalat dan untuk menyempurnakan ibadah. Orang yang shalat tanpa bersuci shalatnya tidak sah. Dalam hal ini Rasulallah bersabda : “Tidak diterima shalat tanpa bersuci (H.R. Muslim, Ahmad, Abu Dawudd, Tirmidzi)

Hadist ini menyatakan tidak sahnya shalat yang tidak didahului bersuci. Termasuk bersuci adalah; Mandi, jinabat, wudhu, tayamum, istinja’ atau menghilangkan najis.


Alat Thaharah

Alat thaharah sudah ditetapkan syara’ hanya ada tiga macam:

1. Air
Air adalah alat bersuci yang paling besar peranannya dalam bab thaharah ini. Namun demikian tidak semua jenis air sah untuk bersuci.diantaranya adalah air mutlak, yaitu air yang turun dari langit, baik berupa air hujan maupun air embun dan salju hukumnya suci, sah dipakai untuk bersuci. Hal ini didasarkan pada do’a iftitah shalat yang artinya:

“… Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun “(H.R. Jama’ah kecuali Tirmizi).

2. Debu
Debu yang sah untuk bersuci ialah debu yang suci dan kering. Debu semacam ini biasa ada di tanah kering. Debu semacam ini biasa ada di tanah kering, pasir, tembok, di balik tikar dll.

3. Batu dan Benda-benda kasat lainnya 
Selain Tahi dan Tulang .Benda-benda jenis ini dapat digunakan untuk bersuci yaitu istinja’.

Semoga dengan penjelasan diatas dapat membuat kita lebih pahah terkait dengan thaharah. Dapat memahami pentingnya thaharah karena berpengaruh terhadap ibadah. Jangan sampai ibadah kita tidak diterima karena tidak memahami thaharah dengan baik.

Sumber:
Al- Ubudiyah - Dr. Syamsul Hidayat
Read More

03 March 2017

Keutamaan Pergi Ke Masjid Dengan Berjalan Kaki

Keutamaan Pergi Ke Masjid Dengan Berjalan Kaki

Ketutamaan Pergi Ke Masjid Dengan Berjalan Kaki - Assalamu'alaikum. Berjalan kaki merupakan kegiatan yang mengasikkan. Terutama bagi mereka yang menyukai pendakian, Mereka tidak merasakan lelah walaupun mereka lakukan dengan berjalan, justru yang ada adalah rasa puas dan bangga. Justru semakin tinggi gunung semakin membuat mereka tertantang. Tetapi kenapa justru masjid yang letaknya dekat menjadikan kita enggan untuk melangkahkan kaki kita kesana?

Perlu diketahui bahwa pergi masjid dengan berjalan kaki mempunyai pahala yang besar, ditambah lagi apabila masjid tersebut sangat jauh dari rumahnya. Karena semakin jauh jarak masjid dari rumah kita tentu menuntut kita untuk lebih banyak berjalan kaki dan di setiap langkah kaki itulah terdapat banyak pahala. Fuqaha menganjurkan agar memendekkan langkah kaki kita dan berjalan dengan pelan tanpa terburu - terburu saat pergi ke masjid agar kebaikan - kebaikan yang didapat juga semakin banyak. Hal itu berdasarkan nash - nash yang menunjukkan keutamaan pergi ke masjid dengan berjalan kaki.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : "Maukah aku tunjukkan sesuatu pada kalian, yang dengannya Allah menghapus kesalahan - kesalahan dan mengangkat derajat?' Tentu, wahai Rasulullah,' sahut para sahabat. Beliau meneruskan, 'Menyempurnakan wudhu atas hal - hal yang tidak disuka, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah ribath.'" (HR. Muslim)    

Dari Abu Musa ra, ia menuturkan, Rasulullah saw bersabda : 'Sesungguhnya orang yang paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh melangkahkan kaki menuju masjid, dan orang yang menunggu shalat hingga ia mengerjakannya bersama imam pahalanya lebih besar daripada orang yang shalat kemudia tidur'" (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedua hadits diatas menunjukkan keutamaan rumah yang jaraknya jauh dari masjid karena memerlukan banyak langkah kaki ketika berjalan. Semakin banyak kaki melangkah dan juga semakin sering kita pulang - pergi menuju tentu semakin banyak pula pahala yang didapatkan,

Diriwayatkan dari Ubai bi Ka'ab ra, ia menuturkan, "Ada sesorang yang aku tidak mengetahui seorang pun yang rumahnya paling jauh dari masjid melebihi dia. Ia tidak pernah absen dari shalat berjama'ah. Lalu, dikatakan kepadanya, atau aku katakan padanya, 'Andai kau membeli seekor keledai untuk kau tunggangi di tengah gelap (malam) dan saat udara sangat terik.' Orang itu bilang, 'Aku tidak ingin kalau rumahku berada di samping masjid, sungguh aku ingin langkah kakiku menuju masjid dan saat pulang menuju keluargaku dicatat.' Lalum Rasulullah saw bersabda, 'Allah telah menyatukan itu semua untukmu.'" (HR. Muslim) 

Pada hadits tersebut disebutkan adanya pahala ketiaka menuju majid maupun ketika kembali kerumahnya. Maka dari itu, sahabat tersebut lebih memilih untuk berjalan kaki ketika pergi ke masjid. Setiap ia berjalan kaki maka setiap langkahnya dicatat sebagai kebaikan dan setiap pulang ke rumah langkahnya juga dicatat sebagai kebaikan. Ditambah, ia termasuk orang yang tidak pernah absen untuk shalat berjamaah. Begitu banya pahala yang ia dapatkan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia menuturkan, "Rasulullah saw bersabda, 'Barang siapa bersuci di rumahnya kemudian berjalan menuju salah satu rumah - rumah Allah untuk menunaikan suatu (shalat) fardhu Allah, salah satu dari kedua langkah kakinya menghaus kesalahan, dan yang lainnya mengangkat kebaikan.'" (HR. Muslim)
Diriwayatkan dari Abu Bardah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda : "Sampaikan berita gembira pada mereka yang banyak berjalan kaki di tengah kegelapan menuju masjid dengan cahaya sempurna pada hari kiamat" (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) 
Hadits ini menunjukkan keutamaan berjalan kaki menuju shalat, baik dengan langkah kaki panjang atau pendek, juga menunjukkan keutamaan berjalan kaki untuk shalat berjamaah di tengah gelap malam. (Dalilul Falihin, Ibnu Hibban)

Keutamaan ini insyaAllah berlaku bagi orang yang mengerjakan shalat Isya' dan Shubuh berjamaah meskipun jalan menuju masjid dalam keadaan terang karena adanya lampu - lampu jalanan. Karena kedua shalat ini dikerjakan di tengah gelap malam. Wallahu a'lam

Dari hadits - hadits diatas mendorong muslim agar berjalan kaki ketika pergi ke masjid karena adanya pahala yang sangat besar dibaliknya. Jadi perlu adanya pembiasaan untuk selalu berjalan kaki, bukan dengan naik motor atau kendaraan yang lain. Kecuali jika memang kondisinya tidak memungkinkan untuk kita berjalan kaki untuk pergi ke masjid atau adanya uzur seperti sakit atau usia yang sudah tua.

Selain keutamaan mendapatkan pahala yang besar, diangkat derajat, dan diampuni dosa -dosa kita, berjalan kaki juga memberikan manfaat kepada jasmani kita. karean berjalan ke masjid termasuk kedalam olahraga dan ketika kita berolahraga maka semua bagian tubuh kita akan bergerak sehingga dapat memperlancar aliran darah. Berjalan kaki dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh kita atas izin Allah. Sehingga membuat tubuh kita terlindungi dan mampu melawan berbagai macam penyakit. Dengan berjalan kaki, juga dapat mencegah kita terkena penyakit yang disebabkan oleh kemalasan dan banyak duduk misalnya obesitas.

Sungguh banyak sekali keutamaan dari berjalan kaki ketika pergi ke masjid. Disamping keutamaan adanya pahala yang besar juga terdapat manfaat bagi tubuh kita supaya tetap dalam keadaan sehat. Tentu jika semua orang mengetahui dan memaknai dari keutamaan tersebut maka mereka akan berbondong - bondong ke masjid dengan berjalan kaki. Untuk itu, mari biasakan kaki kita ini untuk melangkah menuju masjid.

Assalamu'alaikum

Sumber :
Ensiklopedia Shalat - Abu Abdirrahman Adil bin Sa'ad
Read More

Kisah Tentang Taman Pendidikan Al - Qur'an

Kisah Tentang Taman Pendidikan Al - Qur'an

Kisah Tentang Taman Pendidikan Al - Qur'an - Mereka mendidik anak-anaknya sejak belajar mengaji sejak kecil. Memang bapaknya agak keras. Ketika ada anaknya yang tidur saat waktu sholat tiba, pastilah sang bapak menarik kaki dan bahkan menggeletakkan ke bawah tempat tidur bila anak-anaknya susah dibangunkan. Sedangkan ibu sangat sabar. Kesabarannya mampu membuat anak -anak sholat dan mengaji dengan rajin
.
Kini ketiganya telah tumbuh dewasa, termasuk Re. Kedua kakak Re kini tidak dirumah. Kakak pertama sudah menikah dan ikut dengan suami. Sedangkan kakak kedua bekerja di luar kota. Re yang punya jiwa mengajar sejak SMP senantiasa berusaha menghidupkan TPQ di desanya. TPQ ini hanya aktif pada bulan Ramadhan. Setiap sore selama satu bulan penuh, anak-anak kecil di desa Re berduyun-duyun datang ke masjid untuk TPQ. Namun selepas bulan Ramadhan, surutlah semangat mereka.

Begitu pula denagn remaja di desa ini. Banyak remaja di desa Re, namun tidak ada yang tergerak hatinya untuk mengajar di TPQ mereka bilang “maaf mbak, tidak bisa” Yah memang tidak bisa dipaksa. Banyak yang beralasan, “ Aku kan tidak bisa mengaji, masak ngajari ngaji, mbak?”. Tidak sedikit pula yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Selebihnya, ada yang kuliah atau bekerja  diluar daerah. Sepertinya tidak ada greget di hati remaja untuk menghidupkan TPQ kembali.

Re selalu pulang sore karena kegiatan di kampus. Dia hanya bisa meluangkan waktu untuk mengajar TPQ pada hari Ahad. Berusaha merutinkan di hari minggu . Ketika masjid sedang direnovasi, TPQ dialihkan ke rumah Re. Re meminta adeknya untuk mengumumkan info ini. Adiknya mengajak beberapa teman sebayanya. Namun banyak yang tidak mau. Hanya adek Re dan tiga temannya yang mengaji. Minggu berikutnya bertambah banyak, lebih dari 5 anak. Hal ini membuat Re sangat bersyukur. Alhamdulillah, mereka mau datang saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Re.

Minggu berikutnya masih stabil. Namun, minggu keempat tinggal dua anak yang datang. Deg. Anak-anak yang kain lebih memilih naik kereta kelinci , ada pula yang bermain bersama. Hanya ada adik dan sepupu Re yang konsisten mengaji. Sepinya kelas mengaji ini membuat adik Re ngambek dan tidak mau mengaji juga.

Batin Re meriintih. Re hanya ingin anak-anak mulai belajar mengaji untuk bekal mereka di akhirat kelak. Meski Re juga menyadari usahanya ini tidak seberapa dibandingkan dakwah Rasulullah saw. Dalam hatinya Re meminta pada Allah agar anak-anak kembali semangat belajar mengaji.

Ketika ada rapat karang taruna di desanya. Re usul agar diadakan TPQ khusus remaja. Harapannya nanti para remaja bisa mengaji dengan baik, kemudian ikut menularkan ilmunya di TPQ. Teman-teman kampus Re bersedia mengajari mereka. Usulan Re pun diterima oleh para remaja karangtaruna. Alhasil, diputuskan setiap Jum’at malam berkumpul di rumah Re untuk belajar ngaji
Jum’at pertama dihadiri oleh beberapa remaja, alhamdulillah lumayan banyak yang datang. Re sangat senang, bersyukur atas kedatangan mereka. Jum’at berikutnya, mulai berkurang. Jum’at selanjutnya, kesedihan mulai hinggap di hati Re. Sepi, tidak ada yang datang satu pun.

Re menanyakan kelanjutan TPQ remaja pada saat rapat karang taruna. Sang ketua karang taruna pun meminta maaf dan memutuskan untuk tidak dilanjutkan saja. Tidak ada yang tertarik untuk datang, ia juga menyadari dirinya tidak datang . Re hanya mengangguk. Ia berusaha tegar. Sebenarnya mengaji untuk kebaikan mereka sendiri, tapi... Re pura-pura mengiyakan seolah tidak masalah jika kegiatan ini tidak dilanjutkan. Namun sebenarnya hatinya teriris merasa miris.

Lain halnya dengan TPQ untuk anak - anak. TPQ untuk anak-anak pun masih berjalan meski dengan keterbatasan sarana dan hanya beberapa anak nyang datang. Masjid pun sudah selesai direnovasi. Ditambah lagi ada Desy, teman sebaya Re, yang berkenan ikut mengajar. Alhamdulillah. Mereka berdua berusaha mengajak anak-anak didesanya untuk kembali ke TPQ. Salah satu caranya dengan menyebarkan undangan pemberitahuan ke orang tua. Selain itu,  Re dan Desy mengajak anak-anak secara langsung.

Re dan Desy berusaha istiqomah menagjari mereka tiap Ahad sore. Kehadiran anak-anak menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Minggu berikutnya tak disangka yang datang sudah mulai bertambah dan mereka pun mulai kewalahan karena banyak yang nangis dan ada yang bberkelahi.

Ada kebahagiaan tersendiri dalam hati Re. Bukan materi yang membuatnya bahagia. Ia bahagia melihat orang lain bisa berubah menjadi lebih baik. Bahagia melihat orang lain sukses. Bahagia karena mereka tergerak untuk mendalami ilmunya Allah. Re seringkali merasa sakit hati dan sedih, karena banyak orang tua yang tidak merespon dengan baik kegiatannya selama ini. Seolah-olah kegiatannya selama ini tak ada pengaruh  buat anak-anak mereka. Namun Re tak menghiraukannya. Re tahu, Allah lah yang menilai semua ini. Semoga anak-anak itu menjadi anak yang sholeh-sholehah, menjadi generasi Rabbani, genrerasi Qurani yang membawa peradaban lebih cerah lagi.

Anak-anak adalah generasi emas yang patut diperjuangkan keilmuannya. Yang harus terdidik sejak kecil agar menjadi insan yang bermanfaat.

Sumber: Buku Jadikan Lelah Kita Lillah kumpulan cerita inspiratif oleh Alifah Barizah dengan sedikit perubahan

Read More

Prinsip Mode Busana Muslimah

Prinsip Mode Busana Muslimah

Prinsip Mode Busana Muslimah - Assalamu'alaikum. Islam tidaklah rinci memberikan aturan tentang mode berpakaian muslim maupun muslimah, karena persoalan mode adalah persoalan yang terus berkembang, dan manusia justru yang lebih tau. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah :

”antum a’lamu bi ummuri dunyakum” (kamu sekalian lebih mengetahui urusan duniamu sekalian). 

Dalam hal ini berarti manusia diberi kebebasan untuk bekreasi, melakukan inovasi-inovasi dalam berpakaian. Dan Islam merupakan Negara Inklusif, sehingga dalam berakaianpun harus bersifat inklusif, yang berarti boleh mengikuti perkembangan mode selagi tidak bertentangan dengan hukum-hukum islam. Pilihan bahan kain, warna, corak, dll. Dipersilahkan memilih sendiri. Maka kita harus bisa memilih bentuk. Mode yang sesuai dengan prinsip islam, namun memiliki nilai estetika (keindahan )yang tinggi. 

Masalah mode pakaian tidak termasuk urusan ta’abbudi dan taufiqi, tetapi termasuk dalam masalah muamalat yang dikendalikan oleh maksud - maksud syariat. Maka apapun modelnya selagi sesuai dengan syariat Islam, dapat diterima. Justru mode busana muslimah jangan terkesan kuno dan konservatif seolah-olah tidak ada kreasi sama sekali, di sinilah umat Islam, terutama para designer dituntut untuk menunjukkan kemampuan intelektual, ketrampilan, dan keahliannya dibidang busana, supaya pakaian muslimah senantiasa enak disandang dan nyaman dipandang, sehingga kita berkenan memakainya dengan penuh keimanan dan ketqwaan.

Di bawah ini akan kita sebutkan beberapa kriteria yang dapat dijadikan standar mode busana muslimah:

a.    Bagian tubuh yang boleh terlihat hanya tubuh dan telapak tangan.
b.    Kain yang dijadikan bahan busana tidak tipis atau transparan ( tembus pandang), karena akan terlihat lekuk-lekuk tubuhnya.
c.    Tidak ketat, karena model yang ketat akan menampakkan bentuk tubuh terutama payudara, pinggang, dan pinggul maka buatlah busana yang longgar agar terlihat lebih sehat, dan memberi keleluasaan bagi tubuh untuk bergerak.
d.    Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
e.    Pilihlah warana yang tidak mengundang perhatian orang lain, sebab akan dapat menimbulkan rasa angkuh dan sombong bagi si pemakai.
f.    Jangan berbuat dzalim, yakni memakai busana yang bukan pada tempatnya.

Secara fitrah manusia haruslah berbusana, berpakaian yang rapi, indah dan sehat. Kreasi terhadap bentuk dan model pakaian adalah menjadi hak manusia itu sendiri. Dengan kreativitas yang tinggi akan dapat menunjukkan keunggulan Islam dalam memperhatikan keindahan dalam berpakaian, Islam hanya menjelaskan kepada umatnya untuk berpakaian sesuai dengan prinsip-prinsip umumnya yaitu: tidak memperlihatkan auratnya baik laki-laki maupun wanita.engan berpakaian sesuai syariat Islam, berarti seseorang telah menempatkan ajaran Islam secara keseluruhan dalam hidupnya. Karena pada dasarnya Islam adalah pedoman dan pegangan dalam hidup dan kehidupan. Semua itu diatur, dan ditata untuk kepentingan manusia itu sendiri.

Assalamu'alaikum

Sumber :
Etika Dalam Berpakaian Dalam Syariat Islam - Dr. Sudarno Shobron, M.Ag    

Read More

02 March 2017

Wanita Pertama Yang Meraih Syahid

Wanita Pertama Yang Meraih Syahid

 Wanita Pertama Yang Meraih Syahid - Assalamu'alaikum. Nama aslinya adalah Sumayyah binti Khayyath. Dahulu ia adalah salah satu sahaya perempuan milik Abu Hudzaifah ibnul Mughirah, salah satu pemuka kaum Quraisy. Sumayyah menikah dengan Yasir dan di karuniai anak bernama Ammar bin Yasir. Ketika Rasulullah saw. menyerukan dakwah kepada penduduk Mekah untuk memeluk Islam, diantara pihak yang menerima dakwah beliau tersebut adalah keluarga Yasir bin Amir. Mereka termasuk oarng-orang  yang bersegera memenuhi panggilan Allah swt dan Rasul Nya.

Kaum Kafir Quraisy menabuh genderang perang. Berbagai bentuk intimidasi dilakukan agar umat Islam kembali kepada keyakinan yang dahulu. Abu Jahal memerintahkan kepada para bawahannya untuk menyeret Yasir, Sumayyah, dan Ammar ke tengah padang psir, dan memanggang mereka di bawah sengatan teriknya matahari, mencambuki mereka, dan membakar kulit mereka dengan besi panas. Abu Jahal menyaksikan prosesi penyiksaan tersebut dan ia benar-benar dibuat gila, karena yang ia lihat tidak lain adalah senyuman yang merekah di bibir-bibir keluarga Yasir.

Ketika keluarga Yasir disiksa, Rasulullah lewat namun saat itu beliau tidak bisa melakukan apa-apa kecuali berdo’a agar Allah swt meringakan rasa sakit yang mereka alami dan memberi kesabaran dan ketabahan lebih banyak lagi. Kala itu Yasir berkata, “ Wahai Rasulullah, kami telah mendapatkan siksaan yang sangat pedih seperti ini. Lalu beliau berkata, “Bersabarlah wahai abul Yaqzhan, bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena tempat kembali kalian adalah surga.”

Keluarga Yasir pun tabah dan sabar menghadapi semua itu seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah saw kepada mereka. Dengan tabah dan tegar, keluarga Yasir menghadapi para penyiksa mereka. Bahkan, setiap siksaan atas diri mereka ditambah, maka yang ada hanyalah kesabaran dan ketabahan yang semakin kuat yang tidak dimiliki oleh siapapun kecuali keluarga Yasir.

Akan tetapi kekuatan dan ketabahan menahan siksa tentu ada batasnya, akhirnya Yasir menghadap kepada sang Khalik meninggalkan anaknya, Ammar dan juga istrinya. Siksaan yang pedih terus diterima oleh Ammar dan Sumayyah. Tampaknya Abu Jahal tidak puas jika hanya memerintahkan para bawahannya untuk menyikisa keluarga Yasir. Ia memerintahkan bawahannya untuk menghentikan  siksaan tersebut dan menyiksa mereka dengan tangannya ssendiri.

Abu Jahal dan pengikutnya berjalan ke arah Sumayyah dan mengancam bahwa ia akan mengalami nasib yang sama dengan nasib suaminya jika ia tetap pada pendiriannnya dan tidak mau kembali pada agamanya semula. Lalu Abu Jahal mencaci maki Sumayyah dan mencaci maki Nabinya yang ia ikuti dan benarkan dakwahnya.

Hal tersebut membuat bara api keimanan dan harga dirinya berkobar karena Nabi yang dicintainya dicaci oleh Abi Jahal manusia kejam. Lalu Sumayyah membalas cacian Abi Jahal yang sanga kasar dan keras.

Akal sehat dan kesabaran Abu Jahal pun seketika sirna, lalu ia mengambil belati dari salah satu pengikutnya dan langsung memasukkannya ke tubuh Sumayyah. Ketika itu Abu Jahal mendengar Sumayyah berkata,” Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” Lalu nafas Sumayyah pun berhenti dengan senyum yang tersunging dibibirnya. Nama Sumayyah terdapat pada baris pertama catatan nama- nama wanita yang mati syahid

Ummu Ammar adalah permaisuri para syuhada, seorang wanita yang menghadap Tuhannya dalam keadaan Tuhannya meridlai dirinya. Ummu Ammar adalah wanita pertama yang meraih mati syahid dalam Islam. Dari kisah ini dapat kita ambil pelajaran bahwa ketika iman itu sudah melebur kedalam hati dan jiwa seorang muslim maka segala bentuk intimidasi dan siksaan tidak sedikitpun menggoyahkan pendiriannya. Allahu Akbar.

Assalamu'alaikum

Referensi :
The Power of Women - Muhammad Khairu Tha’mah Halabi
Read More

01 March 2017

Hal - Hal Yang Membolehkan Tayamum


Hal - Hal Yang Membolehkan Tayamum

Hal - Hal Yang Membolehkan Tayamum - Assalamu'alaikum. Islam merupakan agama yang sangat sempurna. Diturunkan langsung oleh Allah yang Maha Agung dan disampaikan oleh manusia yang paling sempurna Rasulullah. Islam merupakan agama yang mudah, mampu menyesuaikan dengan kondisi sehingga tidak memberatkan. Sebagai contohnya adalah yang akan saya sampaikan kali ini yaitu tentang Tayamum dan Hal - Hal Yang Membolehkan Tayamum.

Tayamum menjadi salah satu bukti bahwa Islam itu mudah. Tapi kenapa masih banyak orang yang berpikiran kalau Islam itu kaku? Itulah kenapa kita perlu untuk senantiasa mencari ilmu. Dengan adanya ilmu itu kita mampu mengenal Islam lebih dalam. Sehingga kita tahu betapa sempurnanya Islam ini

Definisi Tayamum

Tayamum secara bahasa berarti berniat. Adapun secara istilah yaitu mengusap wajah dan telapak tangan supaya dapat mengerjakan sholat atau ibadah - ibadah yang lain.

Hal - Hal Yang Membolehkan Tayamum

Tayamum diperbolehkan untuk orang yang sedang berhadast kecil maupun berhadast besar, baik dalam keadaan perjalanan maupun dalam keadaan bermukim bila ia menemui hal - hal sebagai berikut :

1. Tidak menemukan air, atau menemukan air tapi air tersebut tidak cukup jika digunakan untuk bersuci

2. Mempunyai luka atau penyakit yang jika menggunakan air maka dapat membahayakan tubuh. Sebagai contohnya penyakit atau luka pada kulit yang bisa menjadi tambah parah jika terkena air.

3. Air terlalu dingin, sehingga dapat berdampak buruk bagi tubuh. Namun, ini hanya berlaku jika sesorang tidak memungkinkan lagi untuk memanaskan.

4. Terdapat air didekat seseorang, tetapi ia mengkhawatirkan keselamatan nyawanya. Misalkan, air tersebut berada di tepi jurang yang licin. Contoh lain adalah jika ia mengambil air maka musuh akan menangkapnya. Dalam kondisi - kondisi darurat seperti itu diperbolehkan untuk melakukan tayamum

5. Bila sesorang membutuhkan air tersebut untuk ia minum sendiri atau untuk orang bahkan untuk makhluk lain(misalnya hewan) baik untuk saat ini maupun untuk waktu yang akan datang. Atau dia membutuhkannya untuk membuat adonan, memasak, atau menghilangkan najis yang tidak dimaafkan. Pada kondisi seperti ini ia dierbolehkan untuk bertayamum dan menyimpan air untuk kebutuhannya. Imam Ahmad berkata, "Sejumlah sahabat bertayamum dan menyimpan air untuk minum."

Demikian yang bisa saya sampaikan tentang hal - hal yang membolehkan tayamum. Sekali lagi saya tekankan bahwa Islam itu mudah jika memahaminya, Islam sama sekali tidak mempersulit. Adapun poin poin yang saya sampikan diatas merujuk pada kitab Ringkasan Fiqih Sunnah karya Sulaiman Al - Faifi. Semoga bisa bermanfaat untuk saudara..

Assalamu'alaikum.

Sumber :
Ringkasan Fiqih Sunnah - Sulaiman Al - Faifi

Read More

Waspadai Rintangan-Rintanganmu

Waspadai Rintangan - Rintanganmu

Waspadai Rintangan-Rintanganmu -  Assalamu'alaikum. Dalam berusaha pasti tidak ada yang mulus, selalu ada rintangan yang menyertainya. Namun apakah rintangan itu datang begitu saja atau rintangan itu datang dari sikap kita yang kurang baik? Berikut rintangan-rintangan yang dihadapi generasi muda kita:

1.    Lemahnya hubungan dengan Allah
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendakklah mereka beriman kepada Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah:186)

Kedekatan seorang hamba dengan Allah yaitu, ketika sang hamba mengangkat kedua tangannya, lalu Allah mendengarnya dan mengabulkan do’a nya. Diantara hubungan yang paling besar adalah ketika shalat.

     Diantara bentuk hubungan dengan Allah lainnya adalah do’a. Ini yang hilang dari kita. Semestinya kita selalu mengangkat telapak tangan kita kepada Allah Yang Maha Tunggal dan Maha Esa. Sebab, Allah senang bila kita memohon kepada Nya dan murka jika kita meninggalkan memohon kepadaNya.

“Berdo’alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan bersuara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-A’raf:55). 

Sehingga menjadi kewajiban kita, wahai seluruh pemuda Islam, memperbanyak dan menguatkan hubungan dengan Allah. Termasuk juga hubungan kepada Allah yaitu dzikir, dengan berdzikir dan bertahmid kepada Allah SWT. Khususnya ketika menghadapi sarana-sarana yang menggoda, merusak, serta memiliki misi menghancurkan pemuda muslim. Dan diantara sebab eratnya hubungan kepada Allah adalah membaca Al-Qur’an.

2.    Tidak ada perhatian dalam memahami agama
Sebagian besar pemuda, diantara mereka mencintai Allah, Rasulullah, dan negeri akhirat. Mereka memiliki gambaran global dan umum tentang Islam. Namun, banyak di antara mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at, pemahaman tentang agama, dan pendalaman syari’at.

Mereka memang menghadiri ceramah-ceramah umum. Namun hanya sedikit saja yang datang kepada ulama di antara mereka, mau membaca sebuah buku dihadapan ulama, membahas masalah-masalah syari’at, menghapal hadits-hadits Nabi beserta takhrij-nya (periwayatan dan kedudukan hadits), atau mengetahui permasalahan lengkap dengan dalilnya.

Hal ini merupakan suatu kekurangan.

“Barang siapa dikehendaki Allah memperoleh kebaikan, niscaya Allah akan menanamkannya tentang agama.” (HR. Bukhari Muslim)

Wahai para pemuda Islam, wahai para pemandu dakwah, wahai para pemegang prinsip kita diharapkan menyambut ilmu syariat dan pendalaman tentang agama dengan sempurna. Alhamdulillah, di setiap kota ada ulama-ulama yang selalu mengajarkan ilmunya. Namun masalahnya, kita tidak pernah membaca dan tidak suka membaca, kecuali orang yang dirahmati Allah. Seorang Yahudi, Mosyi Dayyan berkomentar,” Arab adalah bangsa yang tidak membaca.: Maksudnya, dibeberapa rentang waktu tertentu.

3.    Lemah cita-cita
Banyak diantara pemuda menganggap dirinya “diluar peta”, menganggap orang-orang tidak melihatnya, dan menganggap tugas dibebankan untuk orang lain.

Jika anda bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak menempa diri agar menjadi mufti di daerahmu?” Ia tentu menjawab,” Kita sudah cukup dengan qadhi (hakim-hakim) agama.”
Mengapa anda tidak menjadi khatib (penceramah agama)? Ia tentu menjawab, “ Penceramah-penceramah sudah banyak tersebar?”

Lalu dimana posisi Anda? Apa peran anda dalam hidup ini?a yang akan anda katakan kelak kepada Allah bila anda dimintai Nya pertanggungjawaban? Allah SWT berfirman,

” Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alsannya.” (Al-Qiyamah: 14-15)

Tidak mesti setiap kita menjadi khatib, dai, atau penyair. Tidak. Sebab berbagai bidang terbentang di hadapan dan banyak jalan berbuat baik  bisa dilakukan. Yang penting, Anda melihat beberapa potensi dan kemampuan Anda. Selanjutnya Anda bergerak untuk kemajuan Islam, sebatas potensi dan kemampuan yang Anda miliki itu.

Sumber:
Selagi Masib Muda - Dr. A’idh Al-Qarni, M.A.
Read More